Penemuan Penting Dalam Dunia Kecantikan0 Komentar

By admin
Posted on 05 Nov 2009 at 12:23pm

product kecantikanDalam era modern ini, para wanita begitu dimanjakan dengan berbagai produk yang dapat membantu kecantikan wanita. Namun pernahkah kita merasa bersyukur hidup di jaman ini? Pernahkah anda membayangkan orang jaman dahulu harus menggunakan krim yang lengket dan tidak meresap di kulit untuk melindungi dari sinar matahari? Oleh karena itu, ada baiknya kita sedikit mengetahui bagaimana sejarah penemuan penting dalam dunia kecantikan.

Abad 18 merupakan awal terciptanya banyak penemuan dalam dunia kecantikan manusia. Tahun 1846 di Amerika, Theron T. Pond menemukan bahwa sari pati teh witch hazel dapat menyembukan goresan kecil pada luka, yang kemudian saat ini dikenal dengan nama Pond’s Extract. Tahun 1859, Robert A. Chesebrough menemukan getah kayu mentah yang disuling menjadi gel berwarna terang, dan kemudian dikenal dengan nama Vaseline. Tahun 1870, Dr. Charles Browne membuat pelembab bibir yang terbuat dari lilin tanpa sumbu dan dibungkus dengan kertas timah yang saat ini dikenal dengan nama lip balm. Di tahun 1890, ditemukan bedak tabur yang aman digunakan oleh bayi dan orang dewasa yang dibuat oleh Johnson & Johnson.  Masih di tahun yang sama, Alexandre Gidefoy menciptakan hair dryer pertama, dimana sebelumnya merupakan adaptasi dari mesin penghisap debu. :-)

Kemudian berlanjut memasuki abad 19, dimulai tahun 1900an Charles Nestle menciptakan alat pengeriting rambut pertama yang masih sederhana. Tahun 1905, Sarah Breedlove McWilliams Walker menemukan sebuah metode untuk menghaluskan rambut wanita negro dengan menggunakan sisir panas. Tahun 1916, Bobby Pins mempopulerkan jepit rambut untuk pertama kali di amerika. Tahun 1923, Leo Gerstenzang menciptakan kapas yang disematkan pada plastic tipis dan saat ini dikenal dengan nama Cotton Bud. Tahun 1930, HA Milton Blake menciptakan krim yang dapat mengatasi kulit yang terbakar sinar matahari. Tahun 1937, Alfred Woelbing menciptakan balsam dari bahan menthol, camphor, dan phenol untuk mengatasi kulit kering dan pecah-pecah. Tahun 1940, Helen Barnet menciptakan deodorant dalam bentuk roll on. Tahun 1944, Benjamin Greene menciptakan suntan cream untuk melindungi kulit tentara dari sinar matahari, dimana awalnya krim tersebut masih lengket dan berwarna merah, namun kemudian terus dikembangkan menjadi tabir surya UVA dan UVB di tahun 80an. Tahun 1946, Estee Lauder membuat produk kosmetik dalam bentuk cream dan lotion.

Berlanjut di era pertengahan abad 19, Clean & Clear menciptakan kertas yang mampu menyerap minyak pada kulit dengan seketika. Tahun 1960, Clinique menciptakan produk dengan metode 3 step skin care system yang disesuaikan dengan kulit setiap individu. Masih di tahun 1960, Dove menciptakan sabun batangan yang khusus untuk kulit sensitif. Di tahun 1965, ditemukan deodorant dengan bahan aerosol. Tahun 1980 Theora Stephens mematenkan alat pengeriting rambut dengan pengatur suhu. Tahun 1990an, Clearasil mengembangkan sebuah produk berbahan benzoyl peroxide, asam silsilat, dan triclosan yang dapat mengatasi masalah jerawat.

Memasuki era millennium, penemuan botulinum toxin type A atau populer dengan nama Botox, mungkin merupakan penemuan terbesar sampai saat ini karena dengan sekali suntik dapat membuat kulit tampak lebih muda beberapa tahun, dan para ilmuwan masih berlomba untuk membuat produk yang dapat bekerja seperti botox tanpa melalui suntikan.

Entah apa jadinya tanpa penemuan-penemuan besar tersebut. Yang pasti, penemuan diatas sangat membantu wanita saat ini. Bukankah saat ini kita sangat beruntung?

Baca Juga
AdvertisementSpanish_Banner_468x60_10-17-06

Leave a Reply